Tahap-Tahap dan Gejala-Gejala Gagal Ginjal Kronis

Perkembangan penyakit gagal ginjal kronis meliputi beberapa tahapan, disertai dengan gejala-gejala khusus.
1.    Tahap-Tahap Gagal Ginjal Kronis
Pada tahap awal, gagal ginjal kronis ditandai dengan adanya penurunan cadangan ginjal, kemudian terjadinya indufisiensi ginjal, gagal ginjal, dan tahap akhir penyakit ini diakhiri dengan uremia. Berikut tahap-tahap perkembangan penyakit gagal ginjal kronis selengkapnya:
a.    Penurunan Cadangan Ginjal (Faal Ginjal antara 40 – 75%)
Pada tahap ini, ada beberapa hal yang terjadi dalam tubuh penderita, diantaranya:
1)    sekitar 40 – 75% nefron tidak berfungsi,
2)    laju filtrasi glomerulus 40 – 50% normal,
3)    BUN dan kreatinin serum masih normal, dan
4)    pasien asimtomatik.
Tahap ini merupakan tahap perkembangan penyakit ginjal yang paling ringan, karena faal ginjal masih dalam kondisi baik. Oleh karena itu, penderita juga belum merasakan gejala apa pun. Bahkan, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa faal ginjal masih berada dalam batas normal.
Selain itu, kreatinin serum dan kadar BUN (blood urea nitrogen) masih berada dalam batas normal dan penderita asimtomatik Gangguan fungsi ginjal baru diketahui setelah pasien diberi beban kerja yang berat, seperti tes permukaan kemih dalam waktu lama atau melalui tes GFR dengan teliti.
b.    Indufisiensi Ginjal (Faal Ginjal antara 20 – 50 %)
Pada tahap ini, beberapa hal yang terjadi dalam tubuh penderita, diantaranya:
1)    sekitar 75-80% nefron tidak berfungsi
2)    laju filtrasi glomerulus 20 – 40% normal
3)    BUN dan kreatinin serum mulai meningkat
4)    anemia dan azotemia ringan, serta
5)    nokturia dan poliuria.
Pada tahap ini, penderita masih dapat melakukan tugas-tugas seperti biasa, walaupun daya dan konsentrasi ginjal menurun. Pengobatan harus dilakukan dengan cepat untuk mengatasi kekurangan cairan, kekurangan garam, dan gangguan jantung. Selain itu, penderita juga harus diberi obat untuk mencegah gangguan faal ginjal. Apabila langkah-langkah ini dilakukan dengan cepat dan tepat, perkembangan penyakit ginjal yang lebih berat pun dapat dicegah.
Pada stadium ini, lebih dari 75% jaringan ginjal yang berfungsi telah rusak. Selain itu, kadar BUN dan kreatinin serum juga mulai meningkat melampui batas normal.
c.    Gagal Ginjal (Faal Ginjal Kurang dari 10%)
Pada tahap ini, beberapa hal yang terjadi dalam tubuh penderita, diantaranya :
1)    laju filtrasi glomerulus 10-20%
2)    BUN dan kreatinin serum meningkat
3)    anemia, azotemia, dan asidosis metabolik,
4)    poliura dan nokturia, serta
5)    gejala gagal ginjal
Pada tahap ini, penderita merasakan beberapa gejala, antara lain mual, muntah, nafsu makan berkurang, sesak napas, pusing, sakit kepala, air kemih berkurang, kurang tidur, kejang-kejang, dan mengalami penurunan kesadaran hingga koma. Oleh karena itu, penderita tidak dapat melakukan tugas sehari-hari.
d.    End-stage Meal Disease (ESRD)
Pada tahap ini, beberapa hal yang terjadi dalam tubuh penderita, diantaranya :
1)    lebih dari 85% nefron tidak berfungsi,
2)    laju filtrasi glomerulus kurang dari 10% normal,
3)    BUN dan kreatinin tinggi,
4)    anemia, azotemia, dan asidosis metabolik,
5)    berat jenis urine tetap 1,010,
6)    oliguria, dan
7)    gejala gagal ginjal.