Delapan Macam Penyakit dan Gangguan Pada Ginjal

a.    Nefritis
Nefritis adalah kerusakan bagian glomerulus ginjal akibat alergi racun kuman, biasanya disebabkan oleh bakteri Streptococcus. Nefritis mengakibatkan seseorang menderita uremia dan oedema. Uremia adalah masuknya kembali asam urin dan urea ke pernbuluh darah. Odemia adalah penimbunan air di kaki karena reabsorbsi air terganggu.
b.    Batu Ginjal
Batu ginjal terbentuk karena pengendapan garam kalsium di dalam rongga ginjal, saluran ginjal atau kantong kemih. Batu ginjal ini berbentuk Kristal yang tidak dapat larut. Kandungan batu ginjal adalah kalsium oksalat, asam urat dan Kristal kalsium fosfat. Endapan garam ini berbentuk jika seseorang terlalu banyak mengkonsumsi garam mineral dan terlalu sedikit mengkonsumsi air.
c.    Glikosuria
Adalah ditemukanya glukosa pada urin. Adanya glukosa dalam urin menunjukan adanya kerusakan pada tabung ginjal.
d.    Albuminuria
Adalah ditemukannya albumin pada urin. Albumin dalam urin merupakan indikasi adanya kerusakan pada membrane kapsul endothelium . Selain itu dapat juga disebabkan oleh iritasi sel sel ginjal karena masuknya substansi seperti racun bakteri, eter atau logam berat.
e.    Hematuria
Adalah ditemukannya sel darah merah dalam urin. Hematuria disebabkan peradangan dalam organ urinaria atau iritasi akibat gesekan pada batu ginjal.
f.    Ketosis
Adalah ditemukannya senyawa keton di dalam darah. H al ini dapat terjadi pada orang yang melakukan diet karhohidrat.
g.    Diabetes Militus
Adalah penyakit yang muncul karena pancreas tidak menghasilkan atau hanya menghasilkan sedikit sekali insulin. Insulin adalah hormone yang mampu mengubah glukosa menjadi glikogen sehingga mengurangi kadar gula dalam darah. Selain itu insulin juga membantu jaringan tubuh gulkosa sehingga dapat digunakan sebagai aumber energy. Penyakit ini juga dapat terjadi karena sel sel hati, otot dan lemak memiliki respon yang rendah terhadap insulin. Kadar Glukosa di urin dan darah sangat tinggi.
h.    Diabetes Insipidius
Suatu penyakit yang menyebabkan penderita mengeluarkan urin terlalu banyak. Penyebabnya adalah kekurangan hormone ADH.