Category Archives: Uncategorized

GINJAL

image002Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Cabang dari kedokteran yang mempelajari ginjal dan penyakitnya disebut nefrologi.

Anatomi Dasar

Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di belakang perut atau abdomen. Ginjal ini terletak di kanan dan kiri tulang belakang, di bawah hati dan limpa. Di bagian atas (superior) ginjal terdapat kelenjar adrenal (juga disebut kelenjar suprarenal).
Ginjal adalah sepasang organ saluran kemih yang terletak di rongga retroperitoneal bagian atas. Bentuknya menyerupai kacang dengan sisi cekungnya menghadap ke medial. Kedua ginjal terletak di sekitar vertebra T12 hingga L3. Ginjal kanan biasanya terletak sedikit di bawah ginjal kiri untuk memberi tempat untuk hati.
Sebagian dari bagian atas ginjal terlindungi oleh iga ke sebelas dan duabelas. Kedua ginjal dibungkus oleh dua lapisan lemak (lemak perirenal dan lemak pararenal) yang membantu meredam goncangan.

image006

Struktur detail

Berat dan besar ginjal bervariasi: hal ini tergantung jenis kelamin, umur, serta ada tidaknya ginjal pada sisi lain. Pada orang dewasa, rata-rata ginjal memiliki ukuran panjang sekitar 11.5 cm, lebar sekitar 6 cm dan ketebalan 3,5 cm dengan berat sekitar 120-170 gram atau kurang lebih 0,4% dari berat badan. Ginjal memiliki bentuk seperti kacang dengan lekukan yang menghadap ke dalam. Di tiap ginjal terdapat bukaan yang disebut hilus yang menghubungkan arteri renal, renal, vena renal dan ureter.

Vaskularisasi

Aliran darah ginjal berasal dari arteri renalis yang merupakan cabang langsung dari aorta abdominalis, sedangkan yang mengalirkan darah balik adalah vena renalis yang merupakan cabang vena kava inferior. Sistem arteri ginjal adalah tidak ada anastomosis ke cabang arteri lain

Organ Ginjal

Bagian paling luar dari ginjal disebut korteks, bagian lebih dalam lagi disebut medulla. Bagian paling dalam disebut pelvis. Pada bagian medulla ginjal manusia dapat pula dilihat adanya piramida yang merupakan bukaan saluran pengumpul. Ginjal dibungkus oleh jaringan fibros tipis dan mengkilap yang disebut kapsula fibrosa ginjal dan di luar kapsul ini terdapat.jaringan lemak perirenal. Di sebelah atas ginjal terdapat kelenjar adrenal. Ginjal dan kelenjar adrenal dibungkus oleh fasia gerota. Unit fungsional dasar dari ginjal adalah nefron yang dapat berjumlah lebih dari satu juta buah dalam satu ginjal normal manusia dewasa. Nefron berfungsi sebagai regulator air dan zat terlarut (terutama elektrolit) dalam tubuh dengan cara menyaring darah, kemudian mereabsorpsi cairan dan molekul yang masih diperlukan tubuh. Molekul dan sisa cairan lainnya akan dibuang. Reabsorpsi dan pembuangan dilakukan menggunakan mekanisme pertukaran lawan arus dan kotranspor. Hasil akhir yang kemudian diekskresikan disebut urine.
Sebuah nefron terdiri dari sebuah komponen penyaring yang disebut korpuskula (atau badan Malphigi) yang dilanjutkan oleh saluran-saluran (tubulus). Setiap korpuskula mengandung gulungan kapiler darah yang disebut glomerulus yang berada dalam kapsula Bowman. Setiap glomerulus mendapat aliran darah dari arteri aferen. Dinding kapiler dari glomerulus memiliki pori-pori untuk filtrasi atau penyaringan. Darah dapat disaring melalui dinding epitelium tipis yang berpori dari glomerulus dan kapsula Bowman karena adanya tekanan dari darah yang mendorong plasma darah. Filtrat yang dihasilkan akan masuk ke dalam tubulus ginjal. Darah yang telah tersaring akan meninggalkan ginjal lewat arteri eferen. Di antara darah dalam glomerulus dan ruangan berisi cairan dalam kapsula Bowman terdapat tiga lapisan:
1.    kapiler selapis sel endothelium pada glomerulus
2.    lapisan kaya protein sebagai membran dasar
3.    selapis sel epitel melapisi dinding kapsula Bowman (podosit)
Dengan bantuan tekanan, cairan dalam darah didorong keluar dari glomerulus, melewati ketiga lapisan tersebut dan masuk ke dalam ruangan dalam kapsula Bowman dalam bentuk filtrat glomerular. Filtrat plasma darah tidak mengandung sel darah ataupun molekul protein yang besar. Protein dalam bentuk molekul kecil dapat ditemukan dafam filtrate ini. Darah manusia melewati ginjal sebanyak 350 kali setiap hari dengan laju l,2 liter per menit, menghasilkan 125 cc filtrat glomerular per menitnya. Laju penyaringan glomerular ini digunakan untuk tes diagnose fungsi ginjal.

image008jaringan ginjal. Warna biru menunjukkan satu tubulus

Diagnosis Ginjal

Diagnosis dapat dilakukan secara Biokimia di Laboratorium Klinik, tetapi kadang-kadang diperlukan pemeriksaan dengan pencitraan. Pencitraan yang paling sederhana dan aman adalah dengan melakukan USG, dimana dapat diketahui adanya batu ataupun dinding ginjal atau kandung kemih yang tidak licin dan berarti terkena infeksi. Penggunaan Radioaktif harus dibedakan 2 jenis, yang lebih aman justru dengan suntikan radioaktif dengan dosis rendah dan waktu paruh yang pendek, semakin singkat waktu paruh berarti semakin singkat radiasi berada dalam tubuh kita. Yang paling aman adalah Renografi dengan 2 probes, karena hanya menggunakan isotop radiasi dengan tingkat 1/4 dari jika menggunakan Kamera Gamma, sedangkan harga investasinya kurang dari I/10 Kamera Gamma. Oleh karena itu jika menggunakan Renograti dengan 2 probes telah memadai, maka tidak diperlukan penggunaan peralatan lain yang lebih mahal.
Keuntungan penggunaan Gamma Dual Camera adalah pencitraan 3D-nya yang baik. Yang terpapar dengan radioaktif dengan tingkat radiasi yang lebih tinggi, justru tidak memerlukan suntikan radioaktif, kecuali zat kontras untuk menambah pencitraan, karena zat radioaktifnya berada dalam alat tersebut, herturut-turut adalah CT-Scan dan MRI dimana MRI bagus untuk pencitraan jaringan lunak, tetapi paling mahal. MSCT 128 Slices Dual Sources adalah CT Scan juga, tetapi lehih mutakhir dengan menggunakan 2 sumher radiasi, sehingga dapat memindai lebih cepat dan tingkat radiasi yang digunakan juga lebih sedikit. Yang termutakhir adalah PET CT dimana dapat memeriksa fungsi, metabolisme dan reseptor tubuh sekaligus, dengan tingkat sensitivitas yang tinggi mencapai 90 persen untuk deteksi dim kaker srtadium awal.

Penyakit Batu ginjal dan gagal ginjal

PENYAKIT GINJAL
1)    Batu Ginjal
Salah satu di antara penyakit ginjal adalah batu ginjal. Penyakit ini diakibatkan oleh batu-batu kecil yang terbentuk didalam ginjal dan bergerak turun ke dalam pipa kemih (ureter).
Batu-batu tersebut menyebabkan nyeri yang menusuk pada bagian punggung bawah, saluran air seni atau perut sebelah bawah. Didalam kandung kemih, batu-batu itu dapat menyumbat saluran air seni (uretra) dan mengakibatkan buang air kecil terasa nyeri dan sukar ke luar. Adapun faktor-faktor yang berperan pada pembentukan batu ginjal meliputi ras, keturunan, jenis kelamin, bakteri, kurang minum, air minum jenuh mineral, pekerjaan, makanan, dan suhu tempat kerja.
Dalam istilah kedokteran, batu ginjal disebut nephrolithiasis atau renal calculi. Batu ginjal adalah suatu keadaan yang terdapat satu atau lebih didalam pelvis atau calices dari ginjal atau didalam saluran ureter. Pembentukan batu ginjal dapat terjadi dibagian mana saja dari saluran kencing, tetapi biasanya terbentuk pada dua bagian terbanyak pada ginjal, yaitu dipalsu ginjal (renal pelvis) dan calix renalis. Batu dapat terbentuk dari kalsium, fofat, atau kombinasi asam urat yang biasanya larut didalam urine.
Batu ginjal ukurannya bervariasi, dapat bersifat tunggal atau ganda. Batu-batu tinggal dan pasu ginjalatau bisa masuk ke dalam ureter dan merusak jaringanginjal. Batu yang besar dapat merusak jaringan dengan tekanan atau mengakibatkan obstruksi, sehingga terjadi aliran kembali cairan.  Kebanyakan batu ginjal terjadi secara berulang-ulang.
Batu ginjal lebihbanyak diderita penduduk dari ras Afrika dan Asia (termasuk Indonesia) dibandingkan penduduk Amerika dan Eropa. Jika berdasarkan keturunan, peluang terkena batu ginjal lebih besar jika terdapat riwayat penderita batu ginjal dalam keluarga. Sedangkan, dari sisi jenis kelamin, pria lebih berisiko terkena batu ginjal/kandung kemih dibandingkan wanita. Diperkirakan 80% pria berusia 70 tahun mengalami gejala tersebut.
Bakteri juga dapat menimbulkan pembentukan batu ginjal. Saluran urine yang terinfeksi bakteri pemecah urea pada urine akan menstimulasi pembentukan batu pada kandung kemih. Jika kurang minu, maka kepekatan urine meningkat (konsentrasi semua substansi dalam urine meningkat), sehingga mempermudah pembentukan batu. Lantas, air minum jenuh mineral, terutama kalsium, berpengaruh besar terhadap pembentukan batu.
Pekerjaan dari pekerja keras yang banyak bergerak, seperti buruh dan petani lebih besar berisiko mengidap batu ginjal/kandung kemih dibandingkan orang yang pekerjaannya lebih banyak duduk. Konsumsi makanan juga berpengaruh, misalnyapada masyarakat ekonomi rendah (kurang makan putih telur) dan sering menderita batu saluran kemih. Makanan dengan kadar oksalat, natrium, kalsium yang tinggi, dan protein hewan dengan purin tinggi memicu terbentuknya batu ginjal/kandung kemih. Sementara suhu, yaitu tempat dengan suhu panas semisal di daerah tropis (Indonesia) dan di kamar mesin yang banyak mengeluarkan keringat mempermudah pembentukan batu ginjal.
Sebuah sumber merumuskan penyebab sistem metabolisme tubuh tidak berjalan maksimal.
a.    Cairan yang dibutuhkan untuk menggelontor berbagai racun di dalam tubuh tidak mencukupi. Bakteri juga dapat menimbulkan pembentukan batu ginjal. Saluran urine yang terinfeksibakteri pemecah urea pada urine akan menstimulasi pembentukan batu pada kandung kemih. Hal ini mengakibatkan urine mengalami kondensasi, sehingga membentuk butiran seperti batu.
b.    Tubuh memproduksi asam urat di dalam darah terlalu berlebihan.
c.    Infeksi yang terjadi didalam ginjal yang mempermudah batu ginjal terbentuk.
d.    Faktor genetik. Jika ditemukan salah satu anggota keluarga menderita batu ginjal, hampir dimungkinkan keturunanya berpotensi mengalami hal serupa.
Walaupun besar dan lokasi batu bervariasi, rasa sakit yang disebabkan oleh obstruksi merupakan gejala utama. Batu yang besar dengan permukaan kasar yang masuk ke dalam ureter akan menambah frekuensi dan memaksa kontraksi ureter secara otomatis. Rasa sakit dimulai dari pinggang bawah menuju ke pinggul, kemudian ke alat kelamin luar. Intensitas rasa sakit berfluktuasi dan rasa sakit yang luar biasa menjadi puncak dari kesakitan.
Apabila batu berada di pasu ginjal dan di calix, rasa sakit menetap dan kurang intensitasnya. Sakit pinggang terjadi bila batuyang mengadakan obstruksi berada didalan ginjal. Sedangkan, rasa sakit yang parah pada bagian perut terjadi jika batu telah pindah ke bagian ureter. Mual dan muntah selalu mengikuti rasa sakit yang berat. Penderita batu ginjal kadang-kadang juga mengalami panas, kedinginan, adanya darah didalam urine bila batu melukai ureter, distansi perut, dan nanah dalam urine.
Ada beberapa gejala yang bisa Anda jadikan pegangan untuk mengarahkan keluhan tersesebut ke gejala batu ginjal, diantaranya ialah:
a.    Rasa sakit yang luar biasa pada pinggang bawah, baik satu sisi maupun keduanya.
b.    Nyeri dirasakan sampai ke pangkal paha.
c.    Terdapat darah pada air kencing.
d.    Rasa meriang atau demam seperti gejala flu.
e.    Mual dan muntah.
f.    Warna air kencing yang lebih menyengat, dan
g.    Rasa panas atau terbakar saat kencing
2)    Gagal Ginjal
Penyakit gagal ginjal adalah penyakit ketika fungsi organ ginjal mengalami penurunan, hingga fungsi organ ginjal mengalami penurunan, hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembungan elektrolit tubuh, serta tidak mampu menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh, seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine.
Penyakit gagal ginjal dapat menyerang siapa saja yang menderita penyakit serius atau terluka yang berdampak langsung pada ginjal itu sendiri. Penyakit gagal ginjal lebih sering dialami orang yang berusia dewasa, terlebih pada kaum lanjut usia.
Penyakit gagal ginjal merupakan penyakit yang berbahaya karena dengan terganggunya fungsi ginjal, kotoran dalam tubuh, terutama urea dari darah yang dibuang bersama urine tidak dapat tersaring dengan baik. Penyakit ini memang tidak menular, tetapi menimbulkan kematian dan dibutuhkan biaya mahal untuk pengobatan yang terus berlangsung seumur hidup pasien.
Pada penyakit ginjal kronik terjadi penurunan fungsi ginjal secara perlahan, sehingga terjadi gagal ginjal yang merupakan stadium terberat penyakit ginjal kronik. Jika sudah sampai stadium ini, pasien memerlukan terapi pengganti ginjal berupa cuci darah (hemodialisis) atau cangkok ginjal yang biayanya mahal.
Berat ginjal yang kita miliki memang hanya 150 g atau sekitar separuh genggaman tangan kita. Tetapi fungsi ginjal sangat strategis  dan mempengaruhi semua bagian tubuh. Selain mengatur keseimbangan cairan tubuh, elektrolit, dan asam basa, ginjal juga membuang sisa metabolisme yang bisa meracuni tubuh, mengatur tekanan darah, dan menjaga kesehatan tulang.
Terjadinya gagal ginjal disebabkan oleh beberapa penyakit serius yang diderita oleh tubuh yang secara perlahan-lahan berdampak pada kerusakan organ ginjal. Adapun beberapa penyakit yang sering kali berdampak pada kerusakan ginjal, diantaranya ialah sebagai berikut :
a.    Tekanan darah tinggi (hipertensi)
b.    Diabetes mellitus
c.    Adanya sumbatan pada saluran kemih (batu, tumor, dan penyempitan)
d.    Kelainan autonium, misalnya lupus eritematosus sistemik
e.    Kanker
f.    Kalainan ginjal, terjadi perkembangan banyak kista pada organ ginjal itu sendiri (polycystic kidney disease)
g.    Rusaknya sel penyaring pada ginjal, baik akibat peradangan oleh infeksi atau dampak dari penyakit darah tinggi. istilah kedokterannya disebut sebagai glomerulonephritis
h.    Penyalahgunaan obat terlarang
i.    Over dosis obat kimia, minum obat kimia jangka waktu lama
j.    alkohol minuman keras

Tahap-Tahap dan Gejala-Gejala Gagal Ginjal Kronis

Perkembangan penyakit gagal ginjal kronis meliputi beberapa tahapan, disertai dengan gejala-gejala khusus.
1.    Tahap-Tahap Gagal Ginjal Kronis
Pada tahap awal, gagal ginjal kronis ditandai dengan adanya penurunan cadangan ginjal, kemudian terjadinya indufisiensi ginjal, gagal ginjal, dan tahap akhir penyakit ini diakhiri dengan uremia. Berikut tahap-tahap perkembangan penyakit gagal ginjal kronis selengkapnya:
a.    Penurunan Cadangan Ginjal (Faal Ginjal antara 40 – 75%)
Pada tahap ini, ada beberapa hal yang terjadi dalam tubuh penderita, diantaranya:
1)    sekitar 40 – 75% nefron tidak berfungsi,
2)    laju filtrasi glomerulus 40 – 50% normal,
3)    BUN dan kreatinin serum masih normal, dan
4)    pasien asimtomatik.
Tahap ini merupakan tahap perkembangan penyakit ginjal yang paling ringan, karena faal ginjal masih dalam kondisi baik. Oleh karena itu, penderita juga belum merasakan gejala apa pun. Bahkan, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa faal ginjal masih berada dalam batas normal.
Selain itu, kreatinin serum dan kadar BUN (blood urea nitrogen) masih berada dalam batas normal dan penderita asimtomatik Gangguan fungsi ginjal baru diketahui setelah pasien diberi beban kerja yang berat, seperti tes permukaan kemih dalam waktu lama atau melalui tes GFR dengan teliti.
b.    Indufisiensi Ginjal (Faal Ginjal antara 20 – 50 %)
Pada tahap ini, beberapa hal yang terjadi dalam tubuh penderita, diantaranya:
1)    sekitar 75-80% nefron tidak berfungsi
2)    laju filtrasi glomerulus 20 – 40% normal
3)    BUN dan kreatinin serum mulai meningkat
4)    anemia dan azotemia ringan, serta
5)    nokturia dan poliuria.
Pada tahap ini, penderita masih dapat melakukan tugas-tugas seperti biasa, walaupun daya dan konsentrasi ginjal menurun. Pengobatan harus dilakukan dengan cepat untuk mengatasi kekurangan cairan, kekurangan garam, dan gangguan jantung. Selain itu, penderita juga harus diberi obat untuk mencegah gangguan faal ginjal. Apabila langkah-langkah ini dilakukan dengan cepat dan tepat, perkembangan penyakit ginjal yang lebih berat pun dapat dicegah.
Pada stadium ini, lebih dari 75% jaringan ginjal yang berfungsi telah rusak. Selain itu, kadar BUN dan kreatinin serum juga mulai meningkat melampui batas normal.
c.    Gagal Ginjal (Faal Ginjal Kurang dari 10%)
Pada tahap ini, beberapa hal yang terjadi dalam tubuh penderita, diantaranya :
1)    laju filtrasi glomerulus 10-20%
2)    BUN dan kreatinin serum meningkat
3)    anemia, azotemia, dan asidosis metabolik,
4)    poliura dan nokturia, serta
5)    gejala gagal ginjal
Pada tahap ini, penderita merasakan beberapa gejala, antara lain mual, muntah, nafsu makan berkurang, sesak napas, pusing, sakit kepala, air kemih berkurang, kurang tidur, kejang-kejang, dan mengalami penurunan kesadaran hingga koma. Oleh karena itu, penderita tidak dapat melakukan tugas sehari-hari.
d.    End-stage Meal Disease (ESRD)
Pada tahap ini, beberapa hal yang terjadi dalam tubuh penderita, diantaranya :
1)    lebih dari 85% nefron tidak berfungsi,
2)    laju filtrasi glomerulus kurang dari 10% normal,
3)    BUN dan kreatinin tinggi,
4)    anemia, azotemia, dan asidosis metabolik,
5)    berat jenis urine tetap 1,010,
6)    oliguria, dan
7)    gejala gagal ginjal.

Penderita penyakit gagal ginjal kronis mengalami gejala-gejala sebagai berikut

(Suyono Slamet dalam Buku Ajar Penyakit Dalam)
a.    Gangguan pada Gastroinfestinal
1)    Anorexsia, mual, dan muntah akibat adanya gangguan metabolisme protein dalam usus dan terbentuknya zat-zat toksit.
2)    Fetor uremik disebabkan oleh ureum yang berlebihan pada air liur, yang kemudian diubah menjadi ammonia oleh bakteri, sehingga napas penderita berbau ammona.
b.    Gangguan Sistem Hematologi dan Kulit
1)    Anemia karena kekurangan produksi eritropoetin.
2)    Kulit pucat dan kekuningan akibat anemia dan penimbunan urokrom.
3)    Gatal-gatal akibat toksis uremik.
4)    Trombositopenia (penurunan kadar trombosit dalam darah).
5)    Gangguan fungsi kulit (fagositosis dan kematosis berkurang).
c.    Gangguan Sistem Saraf dan Otak
1)    Mippi, kelainan dan hipertropi otot.
2)    Ensipalopati metaboli, lemah, tidak bisa tidur, dan konsentrasi terganggu.
d.    Sistem Kadiovaskuler
1)    Hipertensi.
2)    Dada teras nyeri dan sesak napas.
3)    Gangguan irama jantung akibat scelerosis dini.
4)    Edema.
e.    Gangguan Sistem Endokrin
1)    Gangguan seksual/libido; fertilitas dan penurunan seksual pada laki-laki serta gangguan menstruasi pada wanita.
2)    Gangguan metabolisme glukosa retensi insulin dan gangguan sekresi insun.
f.    Gangguan pada sistem lain
1)    Tulang mengalami osteodistrofi renal.
2)    Asidosis metabolik.